Me

No User

You must log in to access your account.

koegie

Recent Posts

Menambahkan Skript di blog anda agar youtube berjalan sendiri tanpa di klik

August 19th, 2015 in Uncategorized by koegie

Para blogger pasti pernah mendengar tentang Video Sharing ,yup..!! betul sekali…

kali ini bloger akan membagi ilmu menampilkan Video Sharing di blog anda. bloger juga tidak perlu membuat skript sendiri kita tinggal edit skript dari youtube dan gratis….hehe, gratis itu memang manis….

Berikut ini adalah skriptnya :

<object width=”360″ height=”275″>

<param name=”movie” value=”https://www.youtube.com/v/B9vclYnqmFk?version=3&autoplay=1″>

</param>

<param name=”allowFullScreen” value=”true”>

</param>

<param name=”allowscriptaccess” value=”always”>

</param>

<embed src=”https://www.youtube.com/v/B9vclYnqmFk?version=3&autoplay=1″ type=”application/x-shockwave-flash” width=”360″ height=”275″ allowscriptaccess=”always” allowfullscreen=”true”>

</embed>

</object>

bloger tidak perlu menjelaskan satu persatu ya… cukup yang penting saja, pada skript diatas ada kode Autoplay=1 yang fungsinya untuk menjalankan video youtube secara otomatis.

Hasilnya bisa dilihat di sisi kanan blog ini…
sampai jumpa lagi…


Bertukar Informasi antar Kota dengan VPN (seperti Jaringan LAN biasa) menggunakan VPN Server IM2 di Windows XP

May 24th, 2011 in Uncategorized by koegie

Persiapan hardware yang di perlukan

  • Laptop
  • Modem beserta kartu IM2 Broom (boleh menggunakan selain produk berikut)
  • komputer Client yg terkoneksi dengan jaringan internet (boleh lewat warnet)

exsperiment

Silahkan Download Artikel lengkapnya disini.


Mengenal Fungsi Switch-Case dalam PHP

May 5th, 2011 in Uncategorized by koegie

Pada posting sebelumnya adalah materi tentang fungsi if , maka pada posting kali ini akan membahas tentangSwitch-Case . Pada dasarnya perintah Switch-Case adalah sama dengan perintah If-else , perbedaanya adalah sebagai berikut ini:

Perintah If..Else..

if object validasi
//exception
else
//exception

 

Perintah Switch-Case

switch ($_REQUEST['var']):
case ’some var’:
//exception;
break;

default:
//exception
endswitch;

 

Kedua-duanya memiliki aturan yang sama, yaitu sama-sama melakukan perbandingan sebuah entitas. tapi, tingkat kecepatan akses ke suatu entitas, lebih cepat menggunakan switch case dari pada if karena tingkat kesalahan dalam switch case dapat terlihat, switch case lebih sensitif.(sumber:http://prototypelib.com)

 

Pembahasan Switch-Case

Syntax:

switch(nama_variabel){
case nilai_pembanding1:
Kode yang dieksekusi jika isi dari nama_variabel=nilai_pembanding1;
break;
case nilai_pembanding2:
Kode yang dieksekusi jika isi dari nama_variabel=nilai_pembanding2;
break;
default:
Kode yang dieksekusi jika isi dari nama_variabel tidak sama dengan nilai_pembanding1 dan nilai_pembanding2;
}

 

Apabila kita bandingkan dengan bentuk IF, maka statement IF berikut ini ekuivalen dengan sintaks SWITCH di atas

if (var == value1)
{
statement A
.
.
}
else if (var == value2)
{
statement B
.
.
}
else if (var == value3)
{
statement C
.
.
}
.
.
else
{
statement D
.
.
}

Selain bentuk sintaks di atas, kita juga bisa menggunakan sintaks SWITCH berikut ini:

switch (var):
case value1 : statement A
.
.
break;
case value2 : statement B
.
.
break;
case value3 : statement C
.
.
break;
.
.
.
default : statement D
.
.
endswitch;

Catatan:
Penggunaan option DEFAULT pada SWITCH adalah optional. Kita bisa untuk tidak memberikan DEFAULT jika memang tidak diperlukan.

Apabila kita perhatikan dari konsep SWITCH, maka kita bisa menyimpulkan bahwa proses pengecekan atau pengujian persyaratan yang terjadi hanyalah proses perbandingan dalam bentuk ‘sama dengan’. SWITCH tidak bisa digunakan untuk kondisional yang di dalamnya terdapat proses perbandingan seperti ‘lebih besar dari’, ‘lebih kecil dari’, ‘lebih kecil atau sama dengan’, ‘lebih besar atau sama dengan’ dan ‘tidak sama dengan’.
Sehingga memang penggunaan statement IF untuk menyatakan kondisional lebih fleksibel daripada SWITCH.

Trus… berarti SWITCH tidak lebih efektif daripada IF donk. Tentu tidak. Ada kelebihan pada penggunaan SWITCH. Berikut ini kelebihannya:

* Dalam SWITCH, persyaratan hanya diuji sekali saja. Sedangkan pada IF.. ELSE diuji beberapa kali. Sehingga apabila script Anda sangat kompleks atau banyak menggunakan kondisional, penggunaan SWITCH akan menghasilkan proses yang lebih cepat.
* Selain itu, statement yang akan dikerjakan dalam SWITCH bisa kosong atau tidak melakukan apa-apa. Contoh :

<?php
switch ($i) {
case 0:
case 1:
case 2:
echo “i lebih kecil dari 3 tapi tidak negatif”;
break;
case 3:
echo “i sama dengan 3″;
}
?>

(sumber: http://www.php.net)

Contoh menampilkan nama bulan dalam bahasa Indonesia.

<?php

$angkaBln = date(”n”);

switch($angkaBln)
{
case 1 : $namaBln = “Januari”;
break;
case 2 : $namaBln = “Pebruari”;
break;
case 3 : $namaBln = “Maret”;
break;
case 4 : $namaBln = “April”;
break;
case 5 : $namaBln = “Mei”;
break;
case 6 : $namaBln = “Juni”;
break;
case 7 : $namaBln = “Juli”;
break;
case 8 : $namaBln = “Agustus”;
break;
case 9 : $namaBln = “September”;
break;
case 10: $namaBln = “Oktober”;
break;
case 11: $namaBln = “Nopember”;
break;
case 12: $namaBln = “Desember”;
break;
}

echo “Nama bulan sekarang adalah : “.$namaBln;

?>

Selain menggunakan date(“n”); untuk mengetahui bulan sekarang, kita juga bisa menggunakan date(“M”). Penggunaan date(“M”) ini akan menghasilkan nama bulan akan tetapi dalam 3 huruf depan saja, misalnya ‘Jan’, ‘Feb’, ‘Mar’, ‘Apr’, … , ‘Dec’. Apabila kita menggunakan function date(“M”) ini, maka scriptnya menjadi

<?php

$bln = date(”M”);

switch($bln)
{
case “Jan” : $namaBln = “Januari”;
break;
case “Feb” : $namaBln = “Pebruari”;
break;
case “Mar” : $namaBln = “Maret”;
break;
case “Apr” : $namaBln = “April”;
break;
case “May” : $namaBln = “Mei”;
break;
case “Jun” : $namaBln = “Juni”;
break;
case “Jul” : $namaBln = “Juli”;
break;
case “Aug” : $namaBln = “Agustus”;
break;
case “Sep” : $namaBln = “September”;
break;
case “Oct” : $namaBln = “Oktober”;
break;
case “Nov” : $namaBln = “Nopember”;
break;
case “Dec” : $namaBln = “Desember”;
break;
}

echo “Nama bulan sekarang adalah : “.$namaBln;

?>

Perhatikan script di atas ! Karena value yang akan dicocokkan berupa string, maka setiap value pada option CASE diapit tanda petik. (sumber: http://blog.rosihanari.net)

Contoh Kasus:
Saya mempunyai variabel bangku, dimana variabel bangku ini dikategorikan menjadi kelas sebagai berikut :
” Kelas bawah jika $bangku=50000.
” Kelas menegah jika $bangku=100000.
” Kelas atas jika $bangku = 200000.
” Kelas VIP jika $bangku = 500000.

Pertanyaan:
Bagaimana cara untuk melakukannya dengan switch… ?

Jawaban:

<?php
$bangku=200000;
switch($bangku){
case 500000:
echo “Kelas VIP”;
break;
case 200000:
echo “Kelas Atas”;
break;
case 100000:
echo “Kelas Menengah”;
break;
default:
echo “Kelas Bawah”;
break;
}
?>

Keterangan:
” switch($bangku) pada kode ini fungsi switch akan memproses nilai dari $bangku untuk dibandingkan dengan nilai yang terdapat dalam case-nya
” case 500000: digunakan untuk menguji nilai dari $bangku, apakah nilainya = 200000 jika ya maka kode break dieksekusi dan proses selesai dan jika tidak maka case selanjutnya yang dieksekusi.
” default dieksekusi jika tidak ada pernyataan case diatasnya yang sesuai dengan nilai dari $bangku.

Contoh Kasus 2:
Saya mempunyai satu variabel yaitu rata_rata.
Variabel rata_rata ini nilainya akan di kategorikan menjadi grade sebagai berikut:
” 8-10 gradenya A
” 7-8 gradenya B
” 5-7 gradenya C
” 3-5 gradenya D
” 0-3 gradenya E

Pertanyaan:
Bagaimana cara untuk melakukannya dengan switch… ?

Jawaban:

<?php
$rata_rata=7;
switch($rata_rata){
case $rata_rata>=8 and $rata_rata<=10:
echo “Grade A”;
break;
case $rata_rata>=7 and $rata_rata<=8:
echo “Grade B”;
break;
case $rata_rata>=5 and $rata_rata<=7:
echo “Grade C”;
break;
case $rata_rata>=3 and $rata_rata<=5:
echo “Grade D”;
break;
default:
echo “Grade E”;
}
?>

(sumber: http://a2fahmi.com)

 

Bersambung….


Mengenal fungsi If dalam PHP

May 4th, 2011 in Uncategorized by koegie

Perintah If Statement

Belajar pemrograman tidak akan lengkap jika belum ada if. Fungsi if digunakan untuk membuat berbagai ekspresi yang berbeda, apabila ekspresinya benar maka kode yang didalam ekspresi tersebut akan dijalankan. Untuk gampangnya perhatikan diagram kode diabawah ini:

if ( expression 1 )
{
// kode yang dijalankan apabila ekspresi 1 benar
}
elseif ( another expression 2 )
{
// kode yang dijalankan apabila ekspresi 1 salah
// dan ekspresi 2 benar
else
{
// kode yang dijalankan apabila ekspresi 1 dan 2 salah
}

 

Apabila ekspresi 1 bernilai benar maka kode didalamnya akan dijalankan, dan setelah itu selesai. Tetapi apabila ekspresi 1 salah maka program akan membaca ekspresi 2, apabila ekspresi 2 maka kode didalamnya akan dijalankan dan selesai. Tetapi apabila ekspresi 2 salah maka program akan menjalankan kode yang berada didalam else karena semua ekspresi sebelumnya salah. Anda dapat menambahkan elseif sebanyak apapun yang anda mau. Cobalah kode berikut ini:

<?
$x=3;
if ($x > 5) {

print “$x lebih besar dari 5″;
} else if ($x < 5) {

print “$x lebih kecil dari 5″;
} else if ($x == 5) {

print “$x sama dengan 5″;
} else { print “$x bukan merupakan angka”;}
?>

Variabel $x menyimpan nilai yaitu “3″. Angka “3″ tidak lebih besar dari “5″, Maka ekspresi pertama akan dilewati. Pada elseif berikutnya diuji apakah 3 < 5, tentu saja hasilnya benar. Maka blok kode didalamnya akan dijalankan. Cobalah untuk mengganti nilai variabel $x agar mendapatkan hasil yang berbeda-beda. Pahamilah perbedaannya. Contoh lainnya:

<?
$score=67;
if ($score < 20) {
print “Nilai anda: $score, anda dapat E”;
}
elseif ( ($score > 20) && ($score < 40) ) {
print “Nilai anda: $score, anda dapat D”;
}
elseif ( ($score > 40) && ($score < 60) ) {
print “Nilai anda: $score, anda dapat C”;
}
elseif ( ($score > 40) && ($score < 80) ) {
print “Nilai anda: $score, anda dapat B”;
}
else {
print “Nilai anda: $score, anda dapat A”;
}
?>

(sumber:http://www.dhimasronggobramantyo.com)

contoh lain membuat login dengan encripsi MD5 sebagai berikut :

 

<?php

// input login username
// input login password asli ($passAsli)

$pengacak = “AJWKXLAJSCLWLW”;

if (md5($pengacak . md5($passAsli) . $pengacak) == $passEnkrip)
{
// login sukses
// procedure jika login sukses
}
else {
// login gagal
// procedure jika login gagal
}

?>

Bersambung…..


Persiapan menggunakan PHP

May 3rd, 2011 in Uncategorized by koegie

Setelah kita mengenal apa itu PHP dan sintaks cara menampilkan PHP marilah kita mengenal komponen pendukungnya yaitu

  • Browser (Mozilla, IE, Opera, dll)
  • Server Side (Xampp, Easy PHP, PHP Triad, dll)
  • Editor (Notepad ++, Dreamweaver, dll)
  • Komputer

Sebelum lebih jauh kita mengenal PHP tersebut kita harus tahu bahwa PHP hanya dapat berjalan menggunakan browser seperti IE, Mozilla, Opera, dll. Apabila sudah mengenal browser kita harus tahu bahwa PHP memerlukan server side atau sebuah server agar dapat dijalankan di sisi Client karena PHP adalah pemrograman server side. Pada Pemrograman PHP kita membutuhkan server diantaranya Xampp, Easy PHP, PHP Triad, dll aplikasi ini kita instal di komputer kita agar dapat menjalankan program PHP. Terakhir kita harus mengenal editor yang nantinya digunakan untuk menulis program PHP seperti notepad, Notepad ++, Dreamweaver, dll.

 

Variabel

Variabel digunakan untuk menyimpan sebuah value, data atau informasi. Pada variabel ada beberapa ketentuan dalam penulisannya yaitu sebagai berikut: (sumber :http://www.slideshare.net)

  • Nama Variabel diawali dengan tanda $
  • Panjang tidak terbatas
  • Setelah tanda $ diawali oleh huruf atau underscore(_). Karakter berikutnya bisa terdiri dari huruf, angka, dan karakter tertentu yang diperbolehkan (karakter ASCII dari 127 - 255).
  • Bersifat case-sensitive.
  • Tidak perlu dideklarasikan.
  • Tidak boleh mengandung spasi.

contoh program :

<?php

$test = “ini adalah karakter”;

$a_angka = 4;

$angkalain = 8;

?>

 

Tipe Data

Pada tipe data PHP berbeda dengan pemrograman visual seperti Vibi, Delphi, Foxpro, dll karena di PHP tipe data tidak perlu di definisikan, adapun tipe data PHP adalah sebagai berikut:

  • Boolean
  • Integer
  • Float
  • String
  • Array
  • Object
  • Resource
  • Null

Integer
Integer menyatakan tipe data bilangan bulat dengan jangkauan/range kira kira dari -2,147,483,648 hingga +2,147,483,647 pada platform 32 bit. Namun bila terdapat data diluar jangkauan tersebut, maka secara otomatis PHP akan mengkonversikannya ke dalam tipe data Floating Point.
Contoh : (sumber :http://viruspintar.blogspot.com)

$a=2;
$b=3;

Double/Float
Double/Floating point adalah tipe data yang berisi bilangan real atau pecahan. Jangkauan/range dari tipe data ini adalah antara 1.7e-308 sampai 1.7e+308. Data tersebut berbentuk desimal ataupun berbentuk pangkat.
Contoh :

$c = 4.352;
$b = 1.2e3;

 

String
String menyatakan tipe data teks (sederetan teks karakter yang tidak menyatakan bilangan). Dalam penulisannya, tipe data string menggunakan tanda kutip tunggal (’ ‘) atau bisa juga menggunakan tanda kutip ganda (” “).
Contoh :

$nama=”Wahyudi Blog”;
$url=’http://viruspintar.blogspot.com’;

 

Dari kedua cara penulisan dengan tanda kutip tersebut, ada perbedaan antara keduanya yaitu pada saat penggunaan variabel. Jika menggunakan tanda kutip tunggal, maka apabila sebuah variabel berisi tipe data string dan berisi tipe data yang lain, yang terjadi adalah nilai dari variabel tersebut akan dibaca atau tetap dicetak dengan nama variabel itu sendiri.
Contoh :

<?
$url=”
http://belajar.blogspot.com“;
$nama1=”Wahyudi Blog beralamat di $url”;
$nama2=’Wahyudi Blog beralamat di $url’;

echo “$nama1<br>”;
echo “$nama2″;
?>

Dalam browser, tampilan string yang menggunakan tanda kutip ganda, variabel $url akan dicetak isinya yaitu “http://belajar.blogspot.com” namun berbeda dengan penggunaan tanda kutip tunggal, variabel $url akan dicetak begitu saja.

 

Array
Tipe data array ini mampu untuk menyimpan lebih dari satu data akan tetapi tiap element data dalam array dibedakan menurut nomor indeksnya. Selain itu juga, array merupakan tipe data terstruktur yang berguna untuk menyimpan sejumlah data yang bertipe sama. Bagian bagian yang menyusun array disebut juga dengan element array, yang masing masing dari element dapat diakses secara tersendiri melalui indeks array.

a. Array berdimensi satu

<?
$hewan[0] = “Kucing”;
$hewan[1] = “Kura-kura”;
$hewan[2] = “Anjing”;
$hewan[3] = “Kelinci”;

echo(”Hewan peliharaan saya adalah $hewan[0]“);
?>

Indeks dalam array dimulai dari angka/urutan ke-0. Jadi indeks dari array ke-0 adalah elemen pertama dari array dan indeks dari array ke-1 adalah elemen kedua dari aray begitu juga seterusnya.

 

b. Array Multidimensi
Dalam pemrograman PHP juga mengenal adanya penggunaan istilah array multidimensi atau array bertingkat. Berikut adalah contohnya :

<?
$buah = array (
“apel” => array(”warna” => “merah”,”rasa” => “manis”),
“pisang” => array(”warna” => “kuning”,”rasa” => “manis”)
);

echo “Warna buah apel adalah “.$buah["apel"]["warna"].”<br>”;
echo “Rasa buah pisang adalah “.$buah["pisang"]["rasa"];
?>

Apabila ingin lebih detail dengan Array klik link ini (sumber:http://viruspintar.blogspot.com)

 

Tipe Data Object
Tipe data Object bisa berupa bilangan, variabel, ataupun fungsi. Tipe data tersebut dapat membantu programmer untuk membuat sebuah program. Data itu dapat disertakan dalam program sehingga meringkas beberapa fungsi dan dapat memperkecil ukuran file. Semakin kecil ukuran file semakin singkat waktu yang dibutuhkan untuk mengakses file tersebut.
Contoh :

<?
class blog{
function data_blog(){
echo “
http://contoh.blogspot.com“;
}
}

echo “<b>Wahyudi Blog</b> beralamat di “;
$data=new blog;
$data->data_blog();
?>

 

Konstanta

Konstanta adalah sebuah variabel yang mempunyai nilai tetap dam tidak perlu dideklarasikan dengan $. Konstanta dideklarasikan menggunakan fungsi define(). (sumber :http://unnes.info)
Contoh:

<?php
//konstanta.php
Define(“lebar”,5);
$panjang = 5;
$tinggi = 6;
$volume = lebar*$panjang*$tinggi;
Echo “Panjang sebuah kubus adalah $panjang”;
Echo “
Tinggi sebuah kubus adalah $tinggi”;
Echo “
Volume sebuah kubus adalah $volume”;
?>

Operator dalam PHP

Setelah pada bahasan sebelumnya kita telah membahas tentang variabel dan tipe data dalam PHP, dalam kesempatan kali ini kita akan pelajari tentang operator dalam PHP.

Operator merupakan suatu simbol yang dipakai untuk memanipulasi data, seperti perkalian, penjumlahan, pengurangan, pembagian. Dalam PHP ada beberapa operator yang sering kita gunakan, antara lain: (sumber :http://padepokan-php.blogspot.com)

a.Operator Aritmatika

Operator aritmatika adalah operator yang digunakan untuk melakukan fungsi matematika. Operator aritmatika dalam PHP:

-$a negative $a
$a+$b penjumlahan $a dengan $b
$a-$b pengurangan $a dengan $b
$a*$b perkalian $a dengan $b
$a/$b pembagian $a dengan $b

 

b. Operator Increament/Decreament

Pre/post increment dan decrement masing-masing adalah penambahan dan pengurangan satu. Apabila operator diletakkan sebelum variable, missal ++$i atau –i maka nilai $i akan ditambahkan atau dikurangkan 1 sebelum keseluruhan operasi dalam ekspresi dikerjakan dan sebaliknya apabila operator diletakkan setelah variable, missal $i++ atau $i– maka nilai $i akan ditambah atau dikurangi 1 setelah operasi dalam ekspresi dikerjakan.

penjumlahan secara teratur misal $a=$a+1 maka bisa ditulis $a++
pengurangan secara teratur misal $a=$a-1 maka bisa ditulis $a–

 

c. Operator String

Hanya ada satu operator string, yaitu operator concatenation ( . ).

<?php

$a=”Hallo”;

$b=$a.”Selamat Datang di PHP”;

//$b berisikan “Hallo Selamat datang di PHP”

?>

 

d. Operator asignment

Ini adalah operator yang berfungsi untuk mengisi variabel dengan data
contoh:

$a=5;
$b=10;
$c=”kalimat dan kata”;

 

e. Operator Perbandingan

== samadengan
!= tidak samadengan
<> tidak samadengan
< lebih keci
> lebih besar
<= lebih kecil samadengan
>= lebih besar samadengan< /EM>

 

f. Operator Ternary

Operator ternary merupakan model penyederhanaan dari bentuk if..else yang setiap blok dari if dan else hanya satu perintah. Model ini cocok untuk melakukan proses pengisian suatu hasil pengujian.

Bentuk Umum:

(Ekspresi) ? (jika benar) : (jika salah);

Contoh:

<?

$umur=5;

$balita=($umur<=5) ? “Termasuk balita : “sudah tidak balita lagi”;

echo “Umurnya = $umur “$balita;

?>

 

g. Operator Logika

$a & $b variabel $a dan $b
$a | $b variabel $a atau $b

 

Bersambung…..


Mengenal Struktur Penulisan PHP

May 2nd, 2011 in Uncategorized by koegie

Assalamu ‘alaikum wr..wb..

Melanjutkan dari posting kemarin kita lanjutkan untuk mengenal HTML dan PHP karena kedua sintak ini saling berhubungan dalam pembuatan sebuah website dan hampir tak mungkin dipisahkan. Marilah kita simak satu persatu apakah itu HTML dan PHP??

 

Sintaks Penulisan HTML

Sebelum kita belajar PHP alangkah baiknya kita mengenal HTML (HyperText Markup Language) dahulu. HTML, adalah singkatan dari hypertext markup language, adalah bahasa markup yang digunakan untuk membuat halaman web. Web developer menggunakan “tag HTML ke format yang berbeda bagian dokumen. Misalnya, Anda menggunakan tag HTML untuk menentukan judul, paragraf, daftar, tabel, gambar, dan masih banyak lagi. berikut ini adalah contoh sintaknya :

OK, mari kita melihat lebih dekat pada contoh yang kita buat dalam pelajaran sebelumnya.

<!DOCTYPE HTML PUBLIC “-//W3C//DTD HTML 4.01//EN” “http://www.w3.org/TR/html4/strict.dtd“>
<html>
<head>
<title>HTML Tutorial Example</title>
</head>
<body>
<p>Less than 5 minutes into this HTML tutorial and
I’ve already created my first homepage!</p>
</body>
</html>

 

Penjelasan di atas kode:

The <! DOCTYPE … > Elemen memberitahu browser yang versi HTML dari dokumen gunakan.

<html> Elemen yang dapat dibayangkan sebagai sebuah wadah yang lainnya duduk di dalam tag (kecuali untuk! DOCTYPE tag).

<head> Tag yang berisi informasi yang tidak biasa dilihat dalam browser (seperti meta tag, JavaScript dan CSS), walaupun <title> tag merupakan pengecualian ini. Isi tag <title> ditampilkan dalam browser judul bar (pada bagian paling kanan atas browser).

The <body> tag yang utama bagi konten Anda. Di sinilah sebagian besar dari kode (dan dilihat unsur-unsur) akan pergi.

The <p> tag menyatakan paragraf. Ini berisi teks tubuh. (sumber: http://spektrum.uuuq.com)

 

Sintaks Penulisan PHP

ada 3 cara penulisan PHP kita dapat menggunakan salah satu dari 3 jenis pasangan tag berikut:

  1. <? …..script php….. ?>
  2. <% ….script php…. %>
  3. <?php …script php.. ?>
  4. <?script language=”php”> . ….. script php ….. </script>

 

Berikut ini contoh skript PHP yg disisipkan dalam HTML :

<html>
<head>
<title>Belajar PHP Mandiri</title>
</head>
<body>
<?php
echo “Hallo sahabat ini output tulisan dengan skript php”;
?>
</body>
</html>

(sumber: http://belajar-sendiri.com)

 

Berikut ini contoh skript langsung dengan PHP :

<?php

echo”Kita adalah manusia yang berakal dan beradab”;

?>

 

Cara penulisan komentar dalam skript PHP

<?php

//ini adalah contoh membuat komentar atau keterangan di php

echo” Belajar php tidak harus dihapal tapi dipahami”;

?>

keterangan: (komentar diawali dengan tag /* atau // atau 3)

 

Penggunaan Tanda Semicolon

Apabila Anda perhatikan contoh sebelumnya, maka terdapat tanda titik koma (semicolon) pada akhir perintah echo. Tanda semicolon merupakan penanda akhir dari setiap statement PHP dan tanda ini harus ada.

Perhatikan contoh script PHP yang lain berikut ini:

<html>
<head>
<title>Halaman PHP pertamaku</title>
</head>
<body>
<?php
echo “Hello World! “;
echo “Hello World! “;
echo “Hello World! “;
echo “Hello World! “;
echo “Hello World! “;
?>
</body>
</html>

 

Perpindahan Spasi

Seperti halnya HTML, pergantian spasi dalam PHP tidak akan mempengaruhi tampilan hasilnya. Dengan kata lain, pergantian spasi akan diabaikan oleh PHP. Perhatikan contoh berikut ini. Pada contoh ini diberikan tiga bentuk penulisan kode PHP yang berbeda namun akan dihasilkan tampilan yang sama dalam web browser.

 

Skript 1

<html>
<head>
<title>Halaman PHP pertamaku</title>
</head>
<body>
<?php
echo “Hello World! “;
echo “Hello World! “;
?>
</body>
</html>

 

Skript 2

<html>
<head>
<title>Halaman PHP pertamaku</title>
</head>
<body>
<?php
echo “Hello World! “; echo “Hello World! “;
?>
</body>
</html>

 

Skript 3

<html>
<head>
<title>Halaman PHP pertamaku</title>
</head>
<body>
<?php
echo “Hello World! “;
echo “Hello World! “;
?>
</body>
</html>

 

Menyimpan File PHP

Apabila Anda memiliki script PHP yang disisipkan dalam HTML dalam suatu file dan menginginkan web server dapat menjalankannya, maka file tersebut harus disimpan dalam ekstensi .php. Apabila Anda menyimpannya dengan ekstensi .html atau .htm, maka script PHP tersebut tidak akan diproses dan akan ditampilkan dalam web browser seperti apa adanya (berupa kode-kode). (sumber : http://blog.rosihanari.net)

 

 

Bersambung…


Mengenal PHP

April 28th, 2011 in Uncategorized by koegie

PHP kata orang-orang awam singkatannya adalah Pusing Haduuh Puyeng..xixi, tapi menurut pengertian sebenarnya PHP merupakan singkatan dari “PHP: Hypertext Preprocessor”. PHP ditulis dan diperkenalkan pertama kali sekitar tahun 1994 oleh Rasmus Lerdorf melalui situsnya untuk mengetahui siapa saja yang telah mengakses ringkasan online-nya.

PHP merupakan salah satu bahasa script yang terbilang baru dan tersedia secara bebas dan masih memungkinkan untuk dikembangkan lebih lanjut. PHP dapat diintegrasikan (embedded) ke dalam web server, atau dapat berperan sebagaiprogram CGI yang terpisah. sumber: http://komunitas.coder.web.id)

Kelebihan dan kekurangan PHP (sumber : http://forumphp.web.id)

Kelebihan:

  • kelebihannya ya Open Source Alias Gratis, bisa dikembangkan lebih lanjut.
  • Ngak bayar……….
  • file-file isinya bisa jadi lebih simple karna kan bisa pake include suatu file. jadi ga perlu menulis ulang.
  • Coding-nya relatif lebih mudah dipelajari, hal ini karena untuk belajar PHP, kita ga usah susah-susah belajar konsep OOP seperti JSP yang mungkin ‘angker’ bagi para pemula. Tetapi bagi temen2 yang udah advance di PHP mungkin akan lebih tertarik coding nge’gunain basis Objek-nya PHP.
  • Hosting yang support sangat amat super banyak, hampir semua webhosting di dunia support ama PHP.
  • Referensinya pembelajarannya lebih mudah didapet dan sangat banyak.
  • Tipe variabelnya bebas n g usa d deklar dulu. Mw d isi angka, huruf, class, bahkan isa variable variable ato variable function.
  • Mudah dimengerti n flexibel, isa nerima jenis programming yg luruss terus, ber class-class, ber include2 gk jelas ampe kadang lupa nama file n guna function nya.
    3. String handlingnya bagus, sampe ada function2 tentang string yg aneh2, bahkan isa bwt function compare untuk sort sendiri.
  • Berdasarkan pengalaman pribadi, php termasuk kenceng.
  • Menyenangkan kl kerja proyek php rame2. Ada bagian database pake mysql, programming pake php, style pake css n sotosop, front end programming pake javascript. banyak ilmu betebaran. Hahaha.
  • Terakhir Mendatangkan duit…hehe

Kekurangan:

  • Telalu banyak cara programmingnya ampe kadang bingung sndiri.
  • Kl programnya dh jalan lama n file2nya banyak, terus baru nemu cara ngaturnya, isa nulis ulang nyaris semuanya.
  • Pengaturan kerjanya agk bingung kl yg kerja banyak banget.
  • Keamanannya tergantung pengalaman n keahliah programmernya, ini hal yg kadang2 bahaya.
  • Xampp nya kurang konsisten, konfigurasi servernya berubah terus tiap versi, bahkan beberapa function isa ada d 1 versi tp gk d versi lain.
  • Kadang2 php versi atas g kompatibel ama bawahnya.
  • Perkembangannya syntak2nya makin gk isa d tebak. Mulai dari mirip C, sampe mirip Java.
  • Badan pegel2 seharian liat PHP doank…trus klo udah di jual isi scriptnya g bisa di encripsi semua, jadinya bisa di bajak atau di pelajari orang laen..(hehe klo ini sih resiko dari open source)

untuk bagi yang masih kepingin belajar PHP ane kagak nakut-nakutin lho, karena ini kenyataan..hehe, Semangat Bro…!!!

(Bersambung dulu gan..namanya juga pengenalan g usah lama2..hehe)


Mobil Webcame Pengintai pengganti satpam dirumah anda

April 8th, 2011 in Uncategorized by koegie

Sekarang teknologi semakin canggih, pada suatu hari saya browsing melihat situs http://www.jakartanotebook.com melihat produk yg ditawarkan pada situs tersebut, situs tersebut menawarkan “ROVIO Mobile Webcame” suatu teknologi webcame yg dapat dijalankan secara online, dapat berpindah tempat, mampu berkomunikasi dg orang sekitar(dilengkapi speaker dan mic ), dikendalikan secara realtime, mampu mengambil gambar dan mengirimkan ke e-mail penerima, serta dapat di charger secara wireless(tanpa kabel). Webcame mobile ini mirip dengan mainan anak-anak karena bentuknya yg unik serta dapat di kontrol dari jarak  jauh, pada website http://www.jakartanotebook.com ini menawarkan dengan harga 1.85 juta garansi 1 bulan, bagi anda yg ingin rumahnya aman silahkan pesan segera..hehe..berikut ini gambar produknya:

1

2

3

4

5

Untuk melihat  Videonya silahkan Klik disini.


Belajar Bahasa Inggris dengan Tell Me More V10 English 10 Levels

March 30th, 2011 in Uncategorized by koegie

Assalamu ‘alaikum sobat blog, lama tak jumpa dan lama tak posting…hehe kangen ya?hehe…
Pada kesempatan ini saya akan mengenalkan Software Aplikasi yg bernama Tell Me More.Software Tell Me More adalah Software pembantu anda untuk belajar bahasa inggris,dalam aplikasi ini terdapat 10 level untuk mempelajari bahasa inggris dengan sempurna.

Klik disini untuk mendownload.


11

2

5

6

7

8

9



Ucapan Idul Fitri

September 3rd, 2010 in Uncategorized by koegie

ucapan blog

Terselip khilaf dalam candaku. Tergores luka dalam tawaku, terbelit pilu dalam tingkahku, tersinggung rasa dalam bicaraku. Hari kemenangan telah tiba, moga segala dosa & kesalahan kita terampuni. Mari bersama kita bersihkan dihari yang fitri. SELAMAT IDUL FITRI, mohon maaf lahir & batin.